Inilah 3 Tradisi Terkenal di Blitar yang Perlu Anda Ketahui

Blitar memiliki kekayaan adat dan budaya serta tempat wisata yang cukup beragam. Meski zaman terus berkembang, masyarakat Blitar terus berusaha melestarikan tradisi-tradisinya supaya tidak punah sehingga dapat diketahui oleh generasi selanjutnya. Tak heran jika berbagai usaha dilakukan untuk menjaga adat dan budaya tersebut.

Inilah 3 Tradisi Terkenal di Blitar yang Perlu Anda Ketahui
(sumber : detik.com)

Salah satu cara melestarikan tradisi-tradisi tersebut adalah dengan rutin menggelarnya setiap tahun maupun saat ada event tertentu. Hal ini juga dilakukan untuk menarik wisatawan ke Blitar. Nah, apa saja tradisi di Blitar yang masih dilestarikan? Berikut informasinya.

1. Kleduk Kleneng

Kleduk Kleneng merupakan salah satu ritual adat di Blitar yang masih diuri-uri hingga sekarang. Tradisi ini biasanya digelar oleh warga Gogodeso, Kanigoro saat gerhana terjadi. Ritual ini diyakini dapat mengusir energi negatif dan keburukan di sekitar. Selain itu, Kleduk Kleneng juga dilakukan untuk mengakrabkan kembali warga yang sekarang cenderung sibuk dengan kehidupannya masing-masing.

Dalam tradisi Kleduk Kleneng, warga desa—khususnya laki-laki—akan menabuh berbagai benda, mulai dari lesung atau gerabah diiringi tembang Jawa. Hal ini dilaksanakan saat gerhana mencapai 90% diterangi oleh cahaya obor.

Selain di Gogodeso, tradisi Kleduk Kleneng juga diadakan di Genengan, Doko. Namun, alih-alih kaum lelaki, para ibulah yang menabuh lesung di desa ini. Para ibu dan wanita yang telah berkeluarga diyakini sudah berpengalaman menjalani kehidupan. Sementara itu, para wanita hamil wajib menggigit pecahan tembikar yang kerap disebut kreweng. Hal ini dipercaya akan membawa keberanian bagi para wanita tersebut untuk menghadapi berbagai keadaan yang mungkin memengaruhi kesehatan jabang bayi.

2. Grebeg Pancasila

Tradisi satu ini memang cenderung lebih modern meski tetap dikemas dengan acara budaya. Artinya, tradisi tersebut bukan murni tradisi turun-temurun yang biasanya dilakukan untuk memberikan persembahan terhadap entitas tertentu. Grebeg Pancasila merupakan sebuah upacara untuk memperingati hari kelahiran Pancasila, yakni setiap 1 Juni. Karena rutin digelar selama beberapa tahun terakhir, upacara ini pun berkembang menjadi sebuah tradisi.

Terdapat beberapa acara inti dalam Grebeg Pancasila, yaitu upacara budaya, kirab gunungan limo, dan kenduri. Tradisi ini biasanya diawali dengan bedhol pusaka atau pemindahan pusaka pada 31 Mei malam. Pagi harinya, diadakan upacara bendera dengan menggunakan pakaian dan nuansa Jawa. Selanjutnya, kirab lima gunungan yang mewakili lima sila pun dilakukan, mulai dari alun-alun sampai ke makam Bung Karno. Grebeg Pancasila ditutup dengan acara kenduri bersama.

3. Siraman Gong Kyai Pradah

Setiap daerah biasanya memiliki tradisi siraman benda-benda pusaka, tak terkecuali Blitar. Di Kota Proklamator, salah satu benda pusaka yang dibersihkan setiap tahunnya adalah Gong Kyai Pradah. Gong ini merupakan peninggalan Sunan Amangkurat Mas. Tradisi siraman selalu digelar setiap 12 Rabiul Awal, tepatnya pada Maulid Nabi Muhammad.

Dalam tradisi ini, Gong Kyai Pradah akan disiram dan dibersihkan dengan air kembang setaman. Masyarakat setempat biasanya cukup antusias menunggu selesainya acara siraman. Pasalnya, mereka ingin mengumpulkan air sisa siraman yang dipercaya membawa berkah.

Baca Juga : Keindahn Bukit Ongakan Kediri

Selain tradisi-tradisi di atas, masih ada beberapa ritual adat unik yang dilestarikan di Blitar. Beberapa di antaranya adalah tandur methik, larung sesaji, ritual tiban, dan festival seribu lengkong.

Ayo, segera nikmati liburan Anda sembari memperkaya wawasan tentang tradisi di Blitar. Jangan lupa booking hotel sebagai tempat menginap di kota ini. Tersedia banyak pilihan hotel di Blitar yang dapat Anda pesan dengan mudah melalui Airy.

Siapkan barang Anda sekarang juga; saatnya berangkat ke Blitar!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*